
Bahasa Indonesia memang lebih nyaman. Coba aja ngomong kalimat-kalimat di bawah ini.
1.Bahasa Indonesia:
"Tiga nenek sihir melihat tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana melihat pada arloji Swatch yang mana?"
Dalam bahasa Inggris:
"Three witches watch three Swatch watches. Which witch watch which Swatch watch?
Yang lainnya...
2.Bahasa Indonesia:
"Tiga nenek sihir aneh mengagumi kenop kenop dari tiga arloji Swatch. Nenek sihir aneh mana yang memandangi kenop arloji Swatch yang mana?"
Dalam bahasa Inggris: "Three switched witches watch three Swatch watch switches. Which switched witch watch which Swatch watch switch?
Ternyata bahasa jawa juga gak kalah ribetnya dibanding bahasa Inggris
3.Bahasa Indonesia :
Ketika saya kelas 2 (SD) ,pembantu saya grosiran kalung dan (jualan) kolak dari (buah) kolang-kaling (sebanyak) 2 kilo di seberang
sungai ..gitu,lho!
Bahasa Jawa (kawi) :
Kolo kulo kelas kalih kuli kulo kulak kalung kalian kolak kolang-kaling kalih kilo kulon kali ..kae, lo! ... :D
Karena itu mari gunakan Bahasa Indonesia aja deh....
Minggu, 21 Februari 2010
Mulut Komat Kamit :D
Diposting oleh candy world di 01.25 0 komentar
Jumat, 19 Februari 2010
Cara Promosi Kaca keselamatan di luar negri ....



Di jalanan Canada yang sibuk, produsen kaca keselamatan 3M, membuat iklan yang sangat2 gila, yaitu menaruh kaca yang didalamnya terdapat banyak sekali uang.
Siapa yang bisa memecahkan kaca itu dengan segala cara, seperti dengan palu, tongkat baseball, dll (tidak dengan bom tentunya) bisa memperoleh semua uang itu dengan GRATIS!!!!!
Namun selama satu hari penuh dipajang, belum ada satupun yang bisa memecahkannya dan itu membuktikan bahwa kaca ini benar2 kuat dan tahan pecah
Diposting oleh candy world di 23.48 0 komentar
Selasa, 16 Februari 2010
Kisah Bung Hatta
Salah satu kisah mengugah dari Bung Hatta yang dikenang masyakarat adalah kisah tentang sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, berniat membelinya. Untuk itulah, maka dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya.
Setelah itu, dia pun berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Ini tak lain karena uangnya selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan.Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Ball tersebut masih tersimpan dengan baik.
Andai saja Bung Hatta mau memanfaatkan posisinya saat itu, sebenarnya sangatlah mudah baginya untuk memperoleh sepatu Bally, misalnya dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalannya. Barangkali bukan hanya sepatu merek Bally yang mampu dibelinya. Bisa saja ia memiliki saham di pabrik sepatu dan berganti-ganti sepatu baru setiap hari. Tetapi, ia tidak melakukan semua itu. Ia hanya menyelipkan potongan iklan sepatu Bally yang tidak terbelinya hingga akhir hayat. Bila dilihat pada kondisi sekarang, seharusnya masa lalu juga demikian, tentu hal ini merupakan sebuah tragedi.
Seorang mantan wakil presiden, orang yang menandatangani proklamasi kemerdekaan, orang yang memimpin delegasi perundingan dengan Belanda –negara yang pernah menjajahnya—hingga Belanda mau mengakui kedaulatan Indonesia, ternyata tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepasang sepatu bermerek terkenal. Meski memiliki jasa besar bagi kemerdekaan negeri ini, Bung Hatta sama sekali tidak ingin meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain atau negara.
Diposting oleh candy world di 06.02 0 komentar
Senin, 08 Februari 2010
Rumah Dara

Adjie dan Astrid, pasangan suami istri yang akan diberkati kehadiran anak pertama, pergi bersama 3 temannya ke Bandung pada suatu malam. Perjalanan ini merupakan usaha terakhir Adjie untuk berpamitan dengan adiknya, Ladya. Kedua kakak-beradik ini sudah tak akur lagi, dan besok Adjie harus berangkat ke Australia untuk memulai hidup baru Pertemuan mereka tidak berjalan mulus pada mulanya. Ladya yang seorang pemberontak menyalahkan Adjie atas tragedi di masa lalu. Tetapi atas bujukan Astrid, Ladya mengalah dan dengan sungkan ikut mengantar ke bandara Perjalanan terhenti ketika seorang perempuan cantik menghampiri mereka dengan cemas dan lingkung. “Nama saya Maya. Saya baru saja dirampok,” ujarnya. Berniat menolong, mereka pun mengantar perempuan ini pulang Sesampainya di rumah Maya, mereka diperkenalkan kepada seorang perempuan anggun dan misterius bernama Dara. Disinilah niat tulus dan maksud baik menjadi awal bencana Siapakah Dara sebenarnya? Apa yang diinginkan oleh sosok-sosok lain penghuni rumah tersebut? Adakah harapan untuk selamat bila keluar dari rumah itu saja tampak mustahil? Malam ini, semuanya tak akan baik-baik saja.
Diposting oleh candy world di 04.01 0 komentar
Selasa, 02 Februari 2010
The Tooth Fairy Movie
Peri gigi (tooth fairy) biasanya digambarkan sebagai sosok ibu baik hati. Lalu bagaimana jadinya jika atlet hoki harus mengambil alih tugas tersebut. Peri gigi berbadan besar dan kekar?
Cerita dimulai, ketika Derek Thompson (Dwayne Johnson) seorang pemain hoki professional yang mendapat julukan peri gigi karena selalu menjegal lawan sehingga gigi lawannya tanggal. Derek bangga dengan julukannya. Walau dia tak pernah percaya peri gigi ada di kehidupan sebenarnya.
Derek juga punya julukan pembunuh impian karena dia selalu menganggap impian dari seorang anak kecil itu adalah omong kosong. Karena sikapnya itu, Derek mendapat hukuman dari 'dunia peri'. Derek harus menjadi peri gigi selama seminggu.
Aksi konyol Derek pun dimulai. Ia harus menyesuaikan diri dengan baju peri yang melekat di tubuh berototnya. Derek harus berubah menjadi pribadi yang disukai anak-anak. Semua kejadian pasti ada hikmahnya dan Derek mengalami perubahan besar.
Film yang berdurasi 101 menit bergenre komedi itu digarap Michael Lembeck di bawah bendera Walden Media. Siapa bilang Dwayne Johnson hanya pintar berlaga di film aksi. Bintang World Wrestling Entertainment itu juga bisa bersenang-senang kok. Coba saja intip aksinya di 'Tooth Fairy'.
'The Tooth Fairy' merupakan film keluarga yang dapat kental dengan unsur komedi yang dapat menghibur semua umur. Tak perlu berpikir keras untuk memahami ceritanya dan siap-siap tertawa.
Diposting oleh candy world di 04.55 0 komentar